Boneka Pengantin Betawi – Betawi Bride Doll

Rp 101.500

SKU: TSN05070001

Out of stock

SKU: TSN05070001 Categories: , , Location: Jakarta

SEJARAH KAMPUNG BONCOS

Sejak tahun 2000, di Boncos mulai marak terjadi peredaran gelap narkoba diantaranya ganja dan Boncos terkenal di kalangan para pecandu Narkoba sebagai kampung narkoba. Sebagian masyarakat bermata pencahariaan sebagai pengedar narkoba. Awalnya masyarakat tidak merasakan dampak negatif dari hal tersebut namun seiring berjalannya waktu banyak warga pendatang untuk membeli narkoba. Sampai saat ini banyak warga kami yang mengeluh resah karena maraknya transaksi penjualan narkoba yang terbilang terlalu bebas. Masyarakat tidak peduli lagi dengan warga sekitar sehingga banyak warga yang terpengaruh dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba tersebut terutama kalangan anak remaja.

Pada tahun 2006 ada Operasi Gabungan di boncos yang dipimpin oleh Pak Fauzi bowo yang saat itu menjadi Gubernur DKI jakarta dan Bapak Arman Depari. Operasi ini tidak menimbulkan efek jera namun semakin marak transaksi jual beli narkoba sehingga mendapat julukan kampung narkoba terbesar di wilayah jakarta selain kelurahan tangki taman sari dan kampung ambon.

Akibat julukan tersebut Masyarakat di Kampung Boncos mendapatkan dampak sosial masyarakat, kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak karena dicap bahwa orang boncos adalah orang narkoba sehingga tidak bisa bekerja apapun walaupun hanya jadi pelayan toko di tanah abang.

Akhirnya kami bergabung dengan Kios Atma Jaya dan mendirikan Gema Pulih (Gerakan Masyarakat Peduli HIV) dan Gema Puspah (Gerakan Masyarakat Peduli Sampah). Masyarakat membentuk 2 lembaga tersebut sebagai upaya penanggulangan dampak negatif kesehatan lingkungan dan tidak termasuk ke dalam penanggulangan adiksi narkoba karena kami adalah masyarakat bukan anggota kepolisian. Aparat Penegak hukum seperti Polres Jakarta Barat dan Polsek Palmerah saja tidak mampu menanggulangi atau memberantas Peredaran Gelap Narkoba di Kampung Boncos hingga saat ini.

Sejak BNN melaksanakan kegiatan diwilayah Kampung Boncos dan sangat membantu warga untuk berkreativitas dan berinovasi. BNN memberikan pelatihan-pelatihan seperti servis handphone, kuliner, dan handy craft. Dari pelatihan ini, masyarakat bisa membangun usaha dan mendapat penghasilan tambahan tanpa harus terlibat kembali dalam transaksi jual beli narkoba. Sejak saat ini mindset Kampung Boncos berubah dari Kampung Narkoba menjadi Kampung Produktif, Inovatif, Kreatif dan Mandiri. Kini nama Kampung Boncos berubah dari KAMPUNG BENAR (BENAR-BENAR NARKOBA) menjadi KAMPUNG KIAPANG BERSINAR (BERSIH DARI NARKOBA ).

 

The History of Boncos Village

Ever since the year 2000, Boncos is knowing as one of the drug prone areas in Jakarta. It was easy to find illicit drug trafficking in Boncos as a result of most people living there are unemployment hence they work as drug dealers. These create a vicious circle among communities in Boncos village. Therefore, it gives social impact to the community as it makes them hard to find job regarding negative stigma as residences of Boncos village.

After joining with Atmajaya Kiosk, local store from Atmajaya University, Boncos communities’ build some social movement, Gema Pulih dan Gema Puspah, efforts to mitigate negative environmental health impacts.

Ever since the National Narcotics Board of Indonesia had implemented Alternative Development program, through the life skills they gave such as handicraft, culinary and cellular phone service, it helps the communities to earn living in a legal productive ways apart from illicit drug trafficking. Since then the negative stigma of Boncos Village has changed into Productive, Innovative, Creative and Independent village. The name of Boncos village now become Kiapang Bersinar village.

Weight 0.7 kg
Dimensions 20 × 15 × 20 cm
Location

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Boneka Pengantin Betawi – Betawi Bride Doll”

Tujuan Pengiriman