Baju Batik ( Jatim ) – Batik Tunic (East Java)

Rp 505.500

SKU: TSN06040001

1 in stock

SKU: TSN06040001 Category: Location: Jakarta

SEJARAH KAWASAN RAWAN WILAYAH KELURAHAN TEGALSARI (PANDEGILING)

Kelurahan Tegalsari (Pandegiling) termasuk dalam administrasi kecamatan Tegalsari yang memiliki luas wilayah 0,53 km2 dengan jumlah penduduk 22.060.000 jiwa, sehingga tingkat kepadatan penduduk yang mencapai 41,62%. Tingginya tingkat kepadatan penduduk menyebabkan berbagai macam masalah terjadi mulai masalah ekonomi, hukum, pendidikan, sampai sosial. Tingkat pendidikan penduduk setempat yang masih tergolong rendah menjadi penyebab salah satu masalah yang terjadi. Wilayah pandegiling merupakan salah satu tempat pusat perdagangan di Surabaya, tercatat ada sekitar 7 pasar yang berdiri di wilayah kecamatan tegalsari dengan jumlah pedagang mencapai 3000 an sehingga mata pencaharian utama penduduk adalah pekerja dan pedagang. Namun masih banyak juga penduduk yang tidak bekerja/ pengangguran, data yang kami peroleh dari sumber : Badan Pusat Statistik kota Surabaya mencatat ada sekitar 1.300 an jiwa. Sehingga tingkat ekonomi penduduk kawasan kelurahan tegalsari (pandegiling) yakni menengah ke bawah, hal ini menyebabkan banyak sekali masalah kriminalitas yang timbul mulai dari pencurian, jambret, sampai penyalahgunaan narkoba. Terjadinya penyalahgunaan narkotika di wilayah pandegiling tidak terlepas dari adanya tempat hiburan malam seperti karaoke, pub, dan diskotik. Sehingga kawasan kelurahan tegalsari (pandegiling) masuk dalam kawasan rawan penyalahgunaan narkoba.

Pembinaan warga oleh BNN Kota Surabaya melihat potensi yang dimiliki masyarakat pandegiling yaitu kerajinan batik ikat jumput. BNN Kota Surabaya dan Ibu Murtiningsih (52) warga binaan peduli kondisi ini kemudian membentuk kelompok sosial untuk menggerakkan warga lain agar lebih produktif. BNNK Surabaya memberikan pelatihan life skill melalui program pemberdayaan alternatif. Dari pelatihan ini warga merespon positif dengan menekuni pembuatan kerajinan batik ikat jumput. Kerajinan ini tidak hanya dalam bentuk pakaian tetapi juga sarung bantal, syal, sprei, selendang dll. Saat ini ada 10 orang yang tergabung dan focus menekuni kerajinan ini. Sudah banyak hasil kerajinan yang dijual diberbagai tempat sampai luar kota Surabaya, bahkan kerajinan ikat jumput sering mengikuti pameran di BNN Pusat. Semua ini dilakukan dengan harapan dapat membantu meningkatkan perekonomian warga binaan di wilayah yang rawan dan rentan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

 

The history of Tegalsari village (Pandegiling area)

Tegalsari village (Pandegiling area) is a village in the Region of Tegalsari with a total land area of 0,53 square kilometres, it has a total of 22 million people that makes it has density level of 41,62 %. Those high level of population density causes many domestic problems such as economic, law, education and even social problems. Low rate of education level could be one of the main reasons that lead to those problems. Pandegiling area is one of the trade centres in Surabaya which has seven traditional markets with around 3000 traders involves there, their main livelihood of the populations are workers and traders. However, data released by the Central Bureau of Statistic found 1.300 people are in the unemployment condition. This condition potentially caused criminal problems to arise ranging from theft and snatch to drugs abuse. Meanwhile, drugs abuses in Pandegiling are inseparable from the availability of entertainment centres such as karaoke clubs, discotheque and pubs. As a result of this, Pandegiling considers as drugs prone area in East Java.

Board of National Narcotics of Surabaya City with Mrs Murtiningsih gives full concerns towards Pandegiling communities, together they make efforts to create a social group and to foster many communities in this drug-prone area. By giving life skills through Alternative Development programs, Pandegiling communities are learned about how to make applicable handicrafts with potentially economic value such as Batik Jumputan and applied it in cushion, bedsheet, veil or scarf. There are 10 craftsmen currently at Pandegiling and have been successfully productive running this small-scale business. They have fulfilled many orders throughout Surabaya and keep continue to expand it. The empowerment community efforts in Pandegiling are doneto help people living in the drug-prone area and enable them to fight against drugs by improving their economic level in legal productive ways.

Weight 0.3 kg
Dimensions 30 × 5 × 30 cm
Location

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Baju Batik ( Jatim ) – Batik Tunic (East Java)”

Tujuan Pengiriman